Minggu, 05 Mei 2013

MULUTMU ADALAH HARIMAU-MU



Menjadi insan, sebagai bagian dari anggota masyarakat, dibutuhkan kejelian untuk menempatkan kata demi kata. Kata yang meluncur dari mulut, tentu akan menjadi konsumsi publik, yang dapat menjadi boomerang bagi si pembicara, jika pembicaraan itu kemudian menyakiti hati dan perasaan orang yang mendengar.

Tidak semua orang mampu menerima begitu saja, segala ucapan yang keluar tanpa etika. Tidak ada salahnya, menegur orang lain atas kekhilafannya, asal saja teguran itu disampaikan dengan baik dan tepat pada situasi yang baik pula. Bukan mengeluarkan ucapan secara membabi buta, sehingga perkataan demi perkataan, disadari atau tidak telah melukai hati dan perasaan orang lain.

Menjatuhkan tuduhan kepada orang lain, tanpa mempertimbangkan efek baik dan buruknya, maka perkataan-perkatan itu bisa menjadi boomerang berupa palu godam, yang menghantam si pembicara,  menghancurkan semua sisi kehidupannya dan membawa si pembicara kedalam derita yang sungguh menyakitkan.

Mulutmu adalah harimau-mu. Artinya, apapun yang keluar dari mulut seorang pembicara, bisa saja perkataan-perkataan itu akan memakan sipembicara itu sendiri. Berusahalah memelihara dahulu kata yang akan dirangkai menjadi kalimat, yang akan disampaikan pada khalayak ramai, agar perkataan demi perkataan menjadi konsumsi yang enak bagi publik yang menikmatinya.

Maka itu, hati-hatilah dalam berbicara.



 









Tidak ada komentar:

Poskan Komentar